Faith Steps
Faith Steps
Renungan harian singkat untuk ritme iman yang sederhana dan konsisten.
Faith Steps
Buahmu Ada pada-Ku
Berhala tidak pernah menjawab — hanya Allah yang menjawab. Berhala tidak pernah memperhatikan — hanya Allah yang memperhatikan. Dan seluruh buah kehidupan yang kita kejar dengan begitu keras di luar Dia, sebenarnya sudah tersedia di dalam Dia — cuma-cuma, penuh, dan tidak pernah habis musimnya.
Faith Steps
Semakin Subur, Semakin Lupa
Bahaya terbesar bagi iman bukan selalu penderitaan — kadang justru kemakmuran. Sebab penderitaan membuat kita berlari kepada Allah, sementara kemakmuran bisa membuat kita diam-diam berjalan menjauh dari-Nya, tanpa kita sadari.
Faith Steps
Ia Tinggal di Sini
Hukum tentang kenajisannya bukan untuk menyiksa Israel — itu adalah undangan untuk hidup serius di hadapan Allah yang serius tinggal bersama mereka. Ketika Allah berkata 'Aku diam di tengah-tengahmu,' Ia sekaligus berkata: 'Hidupmu kini tidak bisa lagi biasa-biasa saja.
Faith Steps
Kejar Fajar-Nya
"Fajar tidak pernah datang bagi mereka yang memilih tidur terus. Ia datang bagi mereka yang mau berjaga — yang cukup percaya bahwa terang itu pasti tiba, dan cukup rindu untuk tidak melewatkannya."
Faith Steps
Bukan Karena Layak
Musa tidak berkata 'aku layak.' Ia berkata 'jika aku telah mendapat kasih karunia.' Itulah fondasi doa yang paling kuat — bukan keyakinan akan kebaikan diri sendiri, melainkan keyakinan akan kebaikan Allah. Dan dari fondasi itulah ia berani meminta hal yang paling besar: 'Berjalanlah di tengah-tengah kami.'
Faith Steps
Api di Tepi Pantai yang Mengubah Segalanya
Tidak selalu dibutuhkan khotbah yang berapi-api untuk mewakili Kristus. Kadang cukup satu api besar, dua tangan yang mengulur sambutan hangat, dan hati yang tidak bertanya dulu siapa orang asing itu sebelum memutuskan untuk peduli.
Faith Steps
Ketika Satu-satunya yang Tersisa Adalah Nama-Nya
"Ratapan adalah bahasa yang paling jujur antara manusia dan Allah. Ketika semua kata indah habis, ketika semua kekuatan sudah terkuras, dan yang tersisa hanyalah sebuah seruan — 'Lihatlah, ya Tuhan' — justru di situlah iman yang paling murni sedang berbicara."
Faith Steps
Guru yang Tidak Pernah Meninggalkan Kelasmu
"Di zaman yang banjir informasi ini, kita tidak kekurangan pengetahuan tentang Allah — kita kekurangan ketenangan untuk mendengar Roh Kudus yang sudah lama menunggu untuk mengajar kita dari dalam. Guru terbaik yang pernah ada bukan berada di seminar atau podcast rohani manapun — Ia tinggal di dalam dirimu."
Faith Steps
Berbeda Bukan Berarti Kurang
"Burung unta tidak bisa terbang, tetapi tidak ada kuda yang bisa berlari seperti dia di atas pasir. Allah tidak menciptakan makhluk yang 'gagal' — Ia menciptakan keberagaman yang indah. Hal yang sama berlaku untuk setiap karunia yang Ia taruh di dalam dirimu."
Faith Steps
Suara yang Mengguncang Gunung Juga Melunakkan Hatimu
"Singa yang perkasa tidak bisa memangsa tanpa seizin-Nya. Kambing gunung yang liar melahirkan tepat pada waktunya karena Ia tahu. Lalu mengapa kita heran bahwa tidak ada satu hati manusia pun yang bisa sampai pada pengakuan 'Yesus adalah Tuhan' tanpa pekerjaan Roh-Nya? Allah yang mengatur yang liar di alam semesta, juga yang mengatur yang liar di dalam dada kita."